Anda pengunjung ke

Senin, 05 November 2012

Perkembangan Ilmu Biologi Fisika, dan Kimia Menurut Ilmu Pengetahuan Barat dan Al- Qur'an



Perkembangan Ilmu Biologi Fisika, dan Kimia Menurut Ilmu Pengetahuan Barat dan Al- Qur'an

 1. Biologi Ditinjau Dari  Ilmu Pengetahuan Barat
Penemuan dan catatan tentang fosil tidak dapat memberikan petunjuk tentang asal mula kehidupan karma fosil-fosil tertua yang di temukan adalah organisme yang rumit kemudian para ahli menyusun pemikiran mengenai asalmula kehidupan.
Anggapan kuno di kemukakan oleh Aristoteles dengan teorinya Abiogenesis atau Generation Spontanca yang menerangkan bahwa mahluk hidup terjadi dari benda mati.Pada pertengahan abad XVII  Leeuwenhoek dengan mikroskopnya,berhasil mengamati air, hal ini menimbulkan anggapan bahwa mahluk hidup dapat muncul begitu saja dari benda-benda mati. Lazzaro Spallanza dan Fransesco Redidari italic dan Lousis itu dan bahkan mereka berhasil membuktikan kekeliruan teori tersebut. [1]

Kemudian muncul teori baru yang berdasarkan anggapan modern, yaitu teori Omne vivum Exovo dan Omne Ovum Exvivo, yang artinya bahwa mahluk hidup berasal dari telur dan semua telur berasal dari mahluk hidup.
Pada tahun 1893 Haworld Uray, Ahli kimia dari University Of Chicango dengan teori Uray berpendapat bahwa bumi kaya akan molekul-molekul CH4( Mentana ), NH3( Amoniak ) serta H2 dalam bentuk gas karma pengaruh aliran listrik halilintar dari radiasi sinar Kosmos. Unsur tersebut membentuk asam Amino yang merupakan komponen penting dari Protoplasma yang merupakan substansi dasar sel mahluk hidup teori ini di pandang, sebagai dasar konsep tentang terjadinya mahluk hidup menurut Biologi modern.[2]
Pada tahun 1965 Di temukan Fosil pada batuan di Ontorio selatan yang berumur 1,9 milyar tahun, di Afrika selatan di temukan Fosil berumur 3,1milyar tahun,Organisme ini di beri nama Eobaceerion isolation.Dengan demikian perkiraan mahluk hidup berasal dari gabungan Asam Amino yangterbentuk dari gas-gas Mentana( CH4), Hiorogen( H2) , Amoniah( NH3) ,karna uap air yang terdapat pada Atmosfer.
2.Biologi Ditinjau dari Segi Agama Islam
Ada bayak cara yang untuk mengamati dunia biologi misalnya,memanfaatkan wacana untuk paradikma Genetika dan membahas Palseotologi secara panjang lebar,meskipun demikian kajian intelektual terbesar dalam sejarah Biologi dapat di temukan dalam Sosiobiologi,Sekalipun demikian bahaya yang sesungguhnya akan tiba jika di siplin, Biologi mendorong pencarian karakter moral tidak melalui medium Idiologis. Melainkan mengambil paradikma-paradikma naturalistik, kekuasaan Biologis atas amoralitas adalah surga bagi para kaum Determis.
Tanpa adanya moralitas seksual abiologis, apa jadinya dengan pandangan muslim? Islam tidak mengatakan Virgo Intacta dalam bentuknya yang dangkal. Islam menolak paradigma biologis sebagai Raison Di Entre bagi perilaku moral manusia,di dalam Al-qur'an[3] dijelaskan yang intinya Al-Qur'an menganjurkan terhadap pria dan wanita saling percaya yang diwujudkan dalam kesucian dan kerendahan hati.[4]
Dalam bidang biologi Abu Said Al-Asmai dan Abu Khair adalah ilmuwan muslim yang mempelajari kehidupan tumbuhan yang kemudian dikenal dengan ilmu Botani.[5]
3.Fisika Ditinjau dari Ilmu Pengetahuan Barat
Aristoteles Berpendapat bahwa setiap gerakan selalu memerlukan gaya yang bekerja terus menerus untuk mempertahankan gerakannya tetapi pendapat ini ternyata salah.
Menurut Newton, benda bermasa M mendapat gaya F akan memperoleh kecepatan sebesar a=F/m. Bila gaya F bekerja terus pada benda tersebut, benda yang bergerak akan semakin besar.
Hukum Newton hanya berlaku pada mekanika klasik, yaitu mekanika yang bergerak dengan kecepatan rendah.Mekanika Relativistik yang diperolehdari Albert Einstein yang membahas benda atau materi yang bergerak dengan kecepatan cahaya.
Pada tahun 1923 Ah Compton mempelajari gejala tumbuhan antara Foton dan Elektron, dari percobaan ini diperoleh kesimpulan bahwa paket energi gelombang elektromagnetik dapat berfungsi sebagai partikel.
4.Fisika Ditinjau dari segi agama islam.
Kaum muslimin mempunyai perhatian khusus dalam mempelajari Optic dan Fenomena cahaya.Kegiatn ini terjadi pada abad ke-4 di kairo oleh Ibnu Al-Manadzir (the saurus optical),yang menerapkan metode eksperimental untuk mempelajari Fenomena Cahaya. Dua abad kemudian di Persia, Quthib Al-din Asy-Syurazi dan muridnya Kamal Al-din Al-Faririmanulis kitab al-manadzir, mereka menjelaskan tentang pembentukan pelangi yang disebabkan oleh Fraksi dan Refleksi.
Bidang fisika kedua yang dipelajari kaum muslim adalah gerak.Masalah fundamental ini dipersiapkan oleh Galileo untuk menjadi dasar revolusi keilmuan, Ibnu Sina mengemukakan gagasan dibeberapa tulisan filosof Kristen sebelumnya yaitu John Filophonas, dalam kritiknya, Ibnu Sina menemukan perkembangan doktrin baru tentang inklinasi (al mayl) dan juga gagasan tentang momentum.
Bidang fisika yang dipelajari kaum muslimin adalah masalah tentang berat ukuran serta tradisi Archimedes yang menyangkut penentuan berat spesifik pengukuran berat dan volume.
Gagasan ini berkembang dan muncullah karangan besar mengenai hal ini, yang paling terkenal adalah karangan Al-Biruni dan Al-Khazini.
Ar-Razi dialah seorang ilmuwan muslim yang meletakan ilmu dasar kimia. Dia jugalah yang menemukan rumusan klasifikasi binatang,tetumbuhan numerial.[6]
Teori evolusi Darwin (1804-1872) yang dianggap sebagai penemuan terbesar dan mengagumkan, padahal „Abdu al-Rahman Ibn Khaldun (1532-1406), lima abad sebelum Darwin, telah menulis dalam bukunya tentang hal yang sama.[7]
Kaum muslimin meyakini bahwa semua ilmu pengetahuan berasal dari Allah. dan Al-Qur'an merupakan Kalamullah.Pengetahuan tentang zat, energi, ruang waktu dan interaksi benda-benda di alam ini sering disebut dengan fisika.
Untuk ilusterasi ada 3 contoh disini :
1. Teori bahwa bumilah yang pusat tata surya (geosentris), bahkan alam semesta , karena di Al Qur'an tidak pernah menyebutkan ada ayat menyatakan bumi beredar, tetapi matahari, bulan, dan bintanglah yg beredar.[8]Teori ini bahkan didukung seorang syeikh terkemuka dari Arab Saudi, yg memfatwakan bahwa percaya kepada teori heliosentris bisa menjerumuskan pada kemusrikan.
2. Teori bahwa besi magnet dapat digunakan sebagai pembangkit energi yg tak ada habisnya, dengan dalil [9]yang menyatakan bahwa Allah menciptakan besi yg di dalamnya terdapat kekuatan yang hebat, yang ia tafsirkan sebagai energi.
3. Teori 7 lapis atmosfir,karena dikatakan hujan turun dari langit[10] sedangkan Allah menciptakan tujuh langit[11], sehingga hujan itu terjadi pada lapis langit pertama.
Al-Hazen menulis kitab Al-Manazhir (Thesaurus Optical) pada abad ke 17 suatu karya yang terkenal di bidang optik yang menerapkan metode aksperimental yang mempelajari beberapa fenomena cahaya dan melakukan riset secara rinci tentang refraksi, refleksi dan beberapa jenis cermin termasuk juga cermin hiperbolik. Hal ini menuntun pada pemecahan masalah yang saat ini disebut Al-Hazen sebagai masalah untuk menghormati pencapainnya.
Dua abad kemudian di Persia, oleh Quthib Al-Din Asy-Syurazi dan muridnya Kamal Al-Din Al-Farri yang menulis penafsiran terhadap kitab Al-Manzhir. Untuk pertama kalinya dalam sejarah ilmu pengetahuan mereka menjelaskan alasan yang tepat tentang pembentukan pelangi yang disebabkan oleh fraksi dan refleksi

5.Kimia Ditinjau dari Ilmu Pengetahuan Barat
Masyarakat primitif tak dapat mengatasi kekuatan alam yang membawa bencana, seperti wabah penyakit, gempa, banjir dan sebagainya. Akibatnya, sesuatu yang menurut perkiraan mereka merupakan penyebabnya harus dipuja agar bencana itu tidak terulang.
Pada abad pertengahan, sikap yang demikian itu beralih menjadi mistik. Para ahli kimia beranggapan bahwa dengan kekuatan gaib, tembaga misalnya dapat diubah menjadi emas. Suatu penemuan yang pada zaman itu umumnya dapat diterima pada generasi berikutnya sehingga pengetahuan yang mereka peroleh tidak memberikan sumbangan pada perkembangan ilmu Pada akhir abad ke-17, ilmu kimia berkembang sebagai ilmu pengetahuan setelah Antoine Lauzent Lavoisier melalui metode yang dikenal sebagai metode ilmiah, yakni metode dengan pengamatan-pengamatan menghubungkan kenyataan, mengemukakan perkiraan, menguji perkiraan dengan percobaan selanjutnya, dan akhirnya menarik kesimpulan. Dengan hal ini, Lavoisier menyelidiki secara kuantitatif pembakaran zat-zat seperti besi, timah, dan sebagainya. Ternyata pembakaran mempunyai massa lebih besar daripada zat semula, sedangkan tekanan udara dalam tabung tempat pembakaran itu dilaksanakan  menjadi berkurang. Ini berarti ada sesuatu dari udara yang bersenyawa dengan zat yang dibakar.[12]Lavoiser menarik kesimpulan bahwa pada pembakaran ada sesuatu zat diambil dari udara.
Yoseph Pristly, dalam eksperimennya, dengan memusatkan cahaya matahari pada serbuk berwarna merah mendapatkan zat cair abu-abu mengkilat (air raksa) dan gas tak berwarna.
Berdasarkan penemuan ini, air raksa yang dibakar dengan udara dalam volume tertentu  menghasilkan serbuk merah, sedangkan volume udara berkurang sebanyak apa yang didapat kembali bila serbuk merah itu dipanaskan. Zat yang bersenyawa tersebut di sebut Oksigen oleh Lavoiser
6.Kimia ditinjau dari Segi Agama Islam
Dalam era industrialisasi, diperlukan kemampuan manusia yang lebih unggul. Keunggulan manusia ini diperoleh dari hasil penggunaan akalnya yaitu melalui pengetahuan IPA dan Tekhnologi., IPA dan teknlogi juga memegang peranan penting dalam persaingan ini, peranan teknologi menjadi factor yang menentukan, sehingga wajarlah bila pengembangan tekhnologi harus dilakukan secara sistematis, terarah dan bertahap.[13]
Selain berjasa mengembangkan fisika dan astronomi, al-Khazimi juga turut membesarkan ilmu kimia dan biologi. Secara khusus, dia menulis tentang evolusi dalam kimia dan biologi. Dia membandingkan transmutasi unsur dengan transmutasi spesies.
Secara khusus, al-Khazini juga meneliti dan menjelaskan definisi ”berat”. Menurut dia, berat merupakan gaya yang inheren dalam tubuh benda-benda padat yang mnenyebabkan mereka bergerak, dengan sendirinya, dalam suatu garis lurus terhadap pusat bumi dan terhadap pusat benda itu sendiri. Gaya ini pada gilirannya akan tergantung dari kerapatan benda yang bersangkutan.
Al-Khazini juga mempunyai gagasan mengenai pengaruh temperatur terhadap kerapatan, dan tabel-tabel berat spesifiknya umumnya tersusun dengan cermat. Sebelum Roger Bacon menemukan dan membuktikan suatu hipotesis tentang kerapatan air saat ia berada dekat pusat bumi, al-Khazini lebih dahulu telah mendalaminya.
Ibrahim Ibnu Yahya An-Naqqosh seorang tokoh muslim yang dikenal sebagai penemu pembuatan kaca dari batu.[14]




 

BAB III
KESIMPULAN
1.Penemuan organisme yang rumit dengan cara penelitian fosil tertua,sehingga para ahli menyusun pemikiran mengenai asal mula kehidupan.

2.Islam menolak pradigma biologis sebagai Raison di Entre bagi perilakumoral manusia. Al-qur'an menganjurkan terhadap pria dan wanita saling percaya, yang diwujudkan dalam kesucian dan kerendahan hati.

3.Gerakan yang ada di bumi selalu memerlukan gaya yang bekerja terusmenerus untuk mempertahankan gerakannya.4.Dalam bidang fisika yang dipelajari tentang gerak, berat, ukuran sertatradisi Archimedes yang menyangkut penentuan berat spesifik pengukuran berat dan volume.

5.Kimia berpangakal dari pekerjaan Lavoisier ini, metode ilmiahmwngalami perkembangan pesat sehingga oleh seseorang permasalahannyasulit dikuasai, dengan demikian perlu dipecahkan menjadi beberapa cabangilmu seperti fisika, kimia, biologi, kimia dan geokimia.

6.Tujuan membangun dalam era tinggal landas adalah
meningkatkankualitas manusia Indonesia, dengan kata lain manusia dibina dari manusiatradisional sehingga mampu menjadi manusia modern









[1] Abdullah aly, Drs., Eny Rahma, Ir.,MKDU – Ilmu alamiah Dasar ,PT.BumiAksara,Jakarta, 1991
[2] Isrin Nurdin,Perkembangan Sains dan Teknologi l, Universitas Terbuka,Dekdikbuk, Jakarta, 1985
[3] Baca QS. A-Nur: 30-31
[4] Abdullah aly, Drs., Eny Rahma, Ir.,MKDU – Ilmu alamiah Dasar ,PT.BumiAksara,Jakarta, 1991
[5] TIM Penyusun MKD IAIN Sunan Ampel,,IAD-ISD-IBD,SAP,2011
[6] Dedi Supriadi,Sejarah Peradaban Islam,Bandung:121
[7] Isrin Nurdin,Perkembangan Sains dan Teknologi l, Universitas Terbuka,Dekdikbuk, Jakarta, 1985
[8] Lihat QS Ar-Rad:2, Ibrahim:33
[9]Lihat  QS Al-Hadid:25
[10] QS Al-Fatir:27
[11] QS.Fushilat:12
[13] Djokowoerjo, Sastradipradja,IPA Teknologi dan Masalah Kehidupan Manusia,USN, 1985
[14] Dedi Supriadi,Sejarah Peradaban Islam,Bandung:121

0 komentar:

Poskan Komentar